PP PORDASI membuktikan komitmennya untuk mendukung program-program kerja Komisi Pacuan pada tahun ini, salah satunya penyelenggaraan Jateng Derby 2026.
Bentuk komitmen PP PORDASI itu diwujudukan melalui penyaluran bantuan dana pada ajang Jateng Derby yang akan digelar di Lapangan Pacuan Kuda Tegalwaton, Salatiga, Jawa Tengah pada Minggu (15/2/2026) besok.
Bantuan dana tersebut bertujuan untuk revitalisasi arena pacuan serta hadiah bagi para pemenang pada kejuaraan tersebut.
Dalam hal ini, PP PORDASI menganggap revitalisasi arena pacuan sebagai hal yang penting dilakukan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan para peserta.
Sedangkan bantuan dana untuk hadiah merupakan apresiasi PP PORDASI bagi para peserta yang berpartisipasi pada kejuaraan tersebut.
“PP PORDASI mendukung program-program kerja Komisi Pacuan yang telah diputuskan pada Rakernas PP PORDASI yang diselenggarakan di NTT bulan Januari 2026 lalu, dan semoga pemberian bantuan dana tersebut dapat bermanfaat bagi pelaku dan pecinta olahraga berkuda pacuan,” terang Ketua Umum PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo, Sabtu (14/2/2026).
Aryo pun berharap, agar ajang kejuaraan berkuda pacuan di musim kompetisi tahun ini dapat berjalan lancar dengan mengutamakan segi keamanan para peserta, dan tetap menjaga nilai kompetisi yang tinggi.
Dari hasil drawing, Jateng Derby 2026 akan melombakan 18 kelas pertandingan yang akan diikuti sebanyak 169 ekor kuda. Kelas pertandingan 3 Tahun Derby Divisi I 1.600m akan menjadi kelas paling bergengsi dengan hadiah mencapai seratus juta rupiah.
Dalam kejuaraan tersebut juga akan dipertandingkan kelas khusus 2 Tahun Perdana KPI 1.000m, salah satu program kerja Komisi Pacuan yang akan kembali menggaungkan peternakan kuda-kuda KPI.
Pada Rakernas PP PORDASI 2026 lalu, Komisi Pacuan bertekad untuk terus melestarikan peternakan kuda-kuda KPI serta akan menyelenggarakan pertandingan khusus kuda-kuda di berbagai ajang berkuda pacuan tingkat nasional.
Langkah tersebut merupakan amanah bagi Komisi Pacuan mengingat kuda KPI merupakan karya anak bangsa yang dimulai dari hasil lokakarya pada 1975 hingga mendapatkan predikat Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 1996, dan diperkuat melalui SK Menteri Pertanian pada 2013 lalu.
Selain itu, Komisi Pacuan juga akan memberlakukan program pengujian DNA bagi kuda-kuda yang akan bertanding khususnya pada kejuaraan-kejuaraan berkuda pacuan tingkat nasional.
Hal tersebut bertujuan agar kuda-kuda dapat dikelompokan berdasarkan silsilah keturunan dalam rangka mewujudkan regulasi pertandingan yang lebih fair.
Dua agenda besar tersebut akan diuji coba pelaksanannya di tahun 2026 ini dan akan diterapkan secara permanen pada tahun 2027 mendatang.
Selain itu, Komisi Pacuan juga akan menggelar 8 kejuaraan berkuda pacuan tingkat nasional yang sebagian akan diselenggarakan di luar Pulau Jawa, serta berencana menggelar 3 Piala Raja; Mangkunegara, Pakubuwono, dan Hamengkubuwono dalam kalender event 2026.












