Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI) menegaskan komitmennya menata olahraga berkuda nasional melalui jalur disiplin, kerja nyata, dan kebijakan nol doping. Langkah ini disebut sebagai fondasi utama untuk membangun prestasi yang sehat, profesional, dan bermartabat.
Wakil Sekretaris Jenderal PP PORDASI, Abdul Malik, menyatakan bahwa pembenahan sistem dan perlindungan terhadap kuda menjadi prioritas mutlak dalam agenda besar organisasi.
“Masa depan pacu kuda dan olahraga berkuda Indonesia harus naik kelas, lebih profesional, lebih sehat, dan lebih bermartabat. Tidak ada masa depan pacu kuda tanpa perlindungan terhadap kuda. Ini garis merah kami. Kuda yang sehat melahirkan prestasi yang jujur. Atlet yang disiplin melahirkan kemenangan yang membanggakan,” kata Malik saat dihubungi, Kamis (22/1/2026).
Menurut Malik, PORDASI tidak ingin prestasi dibangun secara instan, melainkan melalui tata kelola profesional, pembinaan jangka panjang, serta integritas olahraga yang dijaga ketat.
“PORDASI memilih jalan disiplin dan kerja nyata. Nol doping, perlindungan kuda, dan pembinaan berkelanjutan. Karena prestasi sejati adalah saat Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya berkumandang,” ucapnya.
Ia mengatakan, jika sistem pembinaan dan pengelolaan berjalan konsisten, olahraga berkuda Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di level regional hingga global.
“Dengan sistem yang kuat, olahraga berkuda Indonesia siap melangkah ke panggung internasional, SEA Games, ASEAN Games, hingga Olimpiade. Bukan sekadar hadir, tapi bersaing dan menang,” ujar Malik.
Lebih jauh, ia menyebut tahun 2026 sebagai momentum penting bagi PORDASI untuk menunjukkan keseriusan reformasi internal dan arah baru olahraga berkuda nasional.
“Tahun 2026 adalah tahun kuda, tahun konsolidasi, tahun pembuktian, tahun kerja keras. Di tahun ini, PORDASI fokus membangun fondasi prestasi yang sehat dan berkelanjutan. Target akhirnya jelas yaitu Merah Putih berkibar, Indonesia Raya berkumandang, di event nasional, di arena internasional, dan di panggung dunia,” tuturnya.










