Hari ketiga sekaligus penutup Ramadhan Cup 2026 yang digelar pada 8 Maret 2026 di arena Hub Indonesia, Jatisampurna, Bekasi, menjadi puncak dari rangkaian kompetisi berkuda yang berlangsung selama tiga hari.
Atmosfer pertandingan terasa semakin intens dibandingkan hari-hari sebelumnya karena sejumlah kelas penentuan juara dipertandingkan pada hari terakhir ini.
Salah satu kelas yang mencuri perhatian adalah Show Jumping 100 cm Open, yang mempertemukan pengendara dari berbagai klub nasional dalam lintasan yang menuntut kombinasi kecepatan dan presisi.
Pada kelas ini, Andry Febrian berhasil meraih posisi pertama bersama kudanya Numero Uno dari HSA Equestrian setelah menyelesaikan lintasan dengan performa stabil dan bersih dari kesalahan.
Posisi kedua ditempati oleh Raymen Kaunang bersama kuda Kerone dari klub Circum Stellar, sementara posisi ketiga diraih oleh Yanyan Hadiansyah yang menunggangi Queen Voyce, juga dari klub Circum Stellar.
Ketiga rider ini menunjukkan kemampuan teknis yang solid dalam mengatur ritme lompatan serta menjaga keseimbangan kuda saat mendarat dari rintangan.
Selain kelas Jumping, disiplin Dressage juga menjadi sorotan pada hari terakhir kompetisi.
Pada kelas Dressage Preliminary Open, Yanyan Hadiansyah berhasil meraih posisi pertama bersama kudanya Queen Voyce, menampilkan harmoni gerakan yang sangat baik antara rider dan kuda sepanjang arena.
Posisi kedua dalam kelas Dressage diraih oleh Nathanael Menayang bersama Diamond Rubina dari klub D’ Riders. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Keyza Syalianisa Sofryano bersama Kandora Everdale dari HSA Equestrian.
Dalam olahraga berkuda, menjaga performa hingga hari terakhir kompetisi bukanlah hal yang mudah.
Selama tiga hari berturut-turut, kuda harus menghadapi tekanan fisik yang cukup besar terutama pada struktur kaki seperti fetlock dan hoof, yang berfungsi sebagai sistem penopang utama saat berlari maupun mendarat setelah melompat.
Secara biomekanik, kekuatan sendi fetlock dan elastisitas tendon kaki menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas gerakan kuda selama kompetisi.
Rider yang mampu membaca kondisi kudanya dengan baik biasanya akan mengatur ritme lintasan secara lebih efisien agar tenaga kuda tetap terjaga hingga akhir pertandingan.
Selain faktor teknis di arena, manajemen kondisi kuda juga memainkan peran penting dalam keberhasilan seorang rider.
Program pemulihan seperti pendinginan otot, pengaturan waktu latihan, serta pengawasan nutrisi menjadi bagian penting dalam menjaga stamina kuda selama turnamen berlangsung.
Antusiasme penonton pada hari terakhir juga terlihat meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Kehadiran komunitas pecinta balap dan keluarga para rider menciptakan suasana meriah di kawasan Jatisampurna, menjadikan Ramadhan Cup 2026 sebagai salah satu kompetisi berkuda yang cukup menarik perhatian di awal musim kompetisi nasional.
Dengan berakhirnya Ramadhan Cup 2026, para rider kini mulai bersiap menghadapi tantangan berikutnya dalam kalender kompetisi berkuda nasional.
Salah satu ajang yang sudah dinantikan adalah seri Triple Crown yang dijadwalkan berlangsung di Bantul pada April mendatang, yang diperkirakan kembali mempertemukan para rider terbaik dari berbagai klub di Indonesia.









