Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali mematangkan persiapan perhelatan budaya dan olahraga tradisional tahunan Pacu Kudo 2026 yang diselenggarakan berlangsung pada tanggal 28–29 Maret 2026 di gelanggang pacuan kuda Duku Banyak, Balah Aie Timur, Kecamatan VII Koto.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis menegaskan, bahwa berbagai tahapan persiapan telah mulai dilakukan secara bertahap agar pelaksanaan acara berjalan lancar dan meriah.
Menurutnya, Pacu Kuda bukan sekadar ajang olahraga tradisional, tetapi juga momentum pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Tradisi pacuan kuda tersebut dinilai memiliki nilai historis dan sosial yang kuat bagi masyarakat Padang Pariaman.
“Pacu Kudo bukan hanya olahraga tradisional, tetapi juga identitas budaya kita. Melalui acara ini, kita ingin menghadirkan kebersamaan, menjaga tradisi, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Sebelum puncak pacuan kuda, rangkaian kegiatan akan diawali Alek Nagari selama empat hari, 24–27 Maret 2026.
Berbagai kesenian tradisional Minangkabau akan ditampilkan, seperti indang, silek, hulu ambek, gandang tasa, serta pertunjukan budaya lainnya sebagai bentuk pelestarian adat dan tradisi lokal.
John juga mengajak masyarakat luas, baik di daerah asal maupun di perantauan, untuk hadir dan meramaikan seluruh rangkaian kegiatan.
Ia berharap momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kebanggaan bersama.
“Kami mengundang seluruh masyarakat, urang awak di kampung maupun di rantau, mari pulang dan ramaikan Pacu Kudo 2026. Jadikan ini hiburan rakyat sekaligus kebanggaan budaya Padang Pariaman,” ungkapnya.
Sejumlah persiapan teknis telah dilakukan, mulai dari pembentukan panitia, koordinasi dengan sponsor, hingga gotong royong pembersihan gelanggang yang diikuti perangkat daerah dan ASN.
Sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan juga terus digencarkan untuk memastikan pelaksanaan acara berjalan dengan tertib dan sukses.
Pemerintah daerah optimistis Pacu Kudo 2026 kembali menjadi daya tarik wisata budaya, memperkuat identitas tradisi daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Padang Pariaman.









