Kuda dikenal cukup dekat dengan peradaban manusia sejak zaman prasejarah. Dari pemanfaatannya sebagai kendaraan konvensional hingga alat perang yang digunakan dalam lingkup kerajaan. Bahkan hingga kini Kuda masih bisa ditemui di tempat rekreasi sebagai kendaraan wisata.
Tak hanya tubuhnya yang bermanfaat, Kuda ternyata memiliki potensi lain yang jarang diketahui, yakni ‘limbah’ hewan ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi ramah lingkungan, limbah organik hewan ternak mulai dilirik sebagai alternatif bahan bakar.
‘Limbah’ Kuda menjadi salah satu sumber biomassa yang bisa diolah menjadi energi, khususnya biogas. limbahnya yang mengandung bahan organik seperti serat, metana potensial, serta mikroorganisme alami dapat menghasilkan gas ketika sudah melalui proses fermentasi anaerob.
Dikutip dari laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Senin, (2/2), biogas merupakan energi terbarukan yang dihasilkan dari penguraian limbah organik di ruangan kedap udara atau tanpa oksigen, proses tersebut dinamakan anaerobik digester yang akan menghasilkan gas metana dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga hingga industrial dengan skala kecil.
Sementara itu, Food and Agriculture Organization (FAO) menyebutkan satu ekor kuda dewasa dapat menghasilkan rata-rata 15 sampai 20 kilogram ‘limbah’ per hari, jumlah yang cukup signifikan jika dikelola secara berkelanjutan.
Selain menghasilkan energi, residu dari pengolahan biogas berupa slurry (sisa cairan atau lumpur hasil proses pembuatan biogas) juga masih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan dan kaya akan unsur hara yang bermanfaat untuk kesuburan tanah.
Pemanfaatan ‘limbah’ Kuda sebagai energi terbarukan dinilai dapat menjadi solusi ganda, yakni mengurangi limbah peternakan itu sendiri, sekaligus mendukung transisi energi bersih, terutama di kawasan pedesaan atau lokasi wisata berkuda.
Dengan pengelolaan yang tepat, ‘limbah’ kuda tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sumber energi alternatif yang berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.









