Sosok joki senior asal Bukittinggi, Hermansyah (45), kembali menjadi sorotan usai sukses menjuarai Divisi 1/CD dalam ajang Pacu Kudo Padang Pariaman 2026 di Gelanggang Duku Banyak.
Kemenangan ini terasa istimewa karena ia menunggangi kuda yang masih berusia 2 tahun, namun mampu tampil dominan layaknya kuda berpengalaman.
Berdasarkan unggahan akun Instagram oleh Tribun Padang, performa kuda tersebut bahkan disebut memiliki mental yang tidak biasa untuk usianya.
Hal ini dikarenakan kuda yang ditunggangi Hermansyah baru berumur 2 tahun akan tetapi mentalnya sudah seperti kuda kelas berat, yang menggambarkan ketangguhan kuda muda tersebut di tengah tekanan perlombaan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pengalaman panjang Hermansyah di dunia pacu kudo.
Di usia 45 tahun, ia masih mampu menjaga kondisi fisik dan konsistensi performa di lintasan.

Pengalaman tersebut menjadi faktor penting dalam mengendalikan kuda muda agar tetap fokus meski berada di tengah riuh penonton dan tekanan kompetisi.
Hermansyah juga menyebutkan bahwa selain latihan keras, terdapat pendekatan khusus dalam menjaga stamina kuda.
“Selain latihan keras, ada ‘ramuan khusus’ sama vitamin yang rutin dikasih buat jaga stamina,” ujar Hermansyah dikutip pada Rabu (1/4/2026).
Meski demikian, Hermansyah tidak mengungkap secara detail komposisi ramuan tersebut dan hanya menyebutnya sebagai “rahasia dapur.”
Pendekatan ini terbukti efektif. Kuda yang ditungganginya mampu menjaga ritme dan daya tahan hingga garis finis, sekaligus mengungguli pesaing lain di kelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi antara perawatan kuda, strategi, dan pengalaman joki menjadi kunci utama dalam pacu kudo.
Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap berprestasi di level kompetitif.
Sebaliknya, kematangan dan jam terbang justru menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki oleh joki yang lebih muda.
Bagi masyarakat Bukittinggi dan Padang Pariaman, pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri.
Hermansyah tidak hanya membawa pulang gelar juara, tetapi juga memperlihatkan bahwa pembinaan kuda muda yang tepat dapat menghasilkan performa maksimal di arena.










