Perhelatan akbar Bupati Kebumen Cup 2026 resmi mencapai puncaknya di Lapangan Krido Turonggo, Desa Kaibonpetangkuran, Ambal, Kabupaten Kebumen, Kamis (26/3) lalu.
Sorotan utama tertuju pada Kelas A (2.000 meter), yang merupakan kategori paling bergengsi dalam ajang ini.
Dalam persaingan ketat, kuda bernama Raja Permata asal Sulawesi Selatan dari Octagon Stable berhasil keluar sebagai juara pertama dan menunjukkan dominasi performa yang konsisten sejak awal hingga garis finis.
Lalu pada posisi kedua, Alward dari DKI Jakarta, tampil kompetitif dan memberikan tekanan sepanjang lomba.
Sementara itu, kebanggaan tuan rumah, Arimbi Rowo asal Ambal, harus puas berada di posisi ketiga setelah bersaing ketat di lintasan yang penuh tantangan.
Hasil ini sekaligus menggambarkan peta kekuatan pacuan kuda nasional dalam dunia pacuan kuda Indonesia.
Dominasi kuda dari luar daerah, khususnya Sulawesi Selatan, menjadi indikator meningkatnya kualitas pelatihan dan manajemen kuda pacu di tingkat nasional.
Selain aspek kompetisi, ajang ini juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan.

Terbukti dengan terlibatnya pelaku UMKM, peternak, hingga komunitas pecinta kuda.
Selain itu, total hadiah pembinaan diketahui mencapai Rp77 juta untuk 14 kelas perlombaan.
Pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan fasilitas lintasan.
Diharapkan ke depan, sirkuit Ambal dapat ditingkatkan hingga memenuhi standar nasional, termasuk panjang lintasan minimal 1.200 meter serta sistem keamanan yang lebih modern.
Hal ini menjadi penting mengingat risiko dalam olahraga pacuan kuda yang melibatkan kecepatan tinggi dan interaksi langsung antara manusia dan hewan.
Standar fasilitas dan pelatihan yang baik menjadi kunci utama untuk meminimalkan potensi cedera, baik bagi joki maupun kuda.
Diketahui, sebanyak 145 kuda pacu dari berbagai wilayah mulai dari Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi, turut ambil bagian dalam kompetisi ini.
Kehadiran peserta lintas daerah tersebut menegaskan bahwa Pacuan Kuda Ambal bukan lagi sekadar tradisi lokal, melainkan telah berkembang menjadi salah satu panggung kompetisi berkuda berskala nasional.
Bupati Kebumen Cup 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang persaingan sengit di lintasan, tetapi juga menjadi simbol kemajuan olahraga berkuda di Indonesia.
Dengan meningkatnya kualitas peserta dan dukungan infrastruktur, Ambal berpotensi terus berkembang sebagai salah satu pusat pacuan kuda nasional di masa depan.










