Memasuki hari kedua Ramadhan Cup 2026 pada 7 Maret 2026, atmosfer kompetisi di arena Hub Indonesia, Jatisampurna – Bekasi semakin memanas.
Jika pada hari pertama kompetisi masih diwarnai kelas pembuka, maka pada hari kedua, para rider mulai menghadapi tantangan yang lebih berat melalui disiplin show jumping dengan ketinggian rintangan yang lebih tinggi.
Persaingan pun menjadi semakin ketat, terutama di kelas-kelas utama yang mempertemukan rider berpengalaman dari berbagai klub besar nasional.
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Arserl Rizki Brayudha dari Aragon Equestrian Sport.
Rider ini kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih podium di kelas utama Jumping 120–130 cm, salah satu kategori paling menantang di hari kedua.
Penampilan Arserl dinilai sangat presisi, terutama saat mengambil tikungan sempit yang sering menjadi penentu waktu dalam lintasan show jumping.
Menurut beberapa sumber, teknik mengambil sudut tikungan yang efisien dalam show jumping sangat berpengaruh terhadap hasil akhir lomba.
Rider yang mampu mempersingkat jalur tanpa mengganggu ritme lompatan kuda biasanya memiliki peluang lebih besar mencatatkan waktu terbaik sekaligus menghindari kesalahan yang dapat menjatuhkan palang rintangan.
Dominasi tim Aragon Equestrian Sport juga semakin terlihat melalui performa impresif Teuku Muhammad Nur Fahri.
Juara bertahan Ramadhan Cup tahun sebelumnya ini tampil solid di kelas 95 cm Open, membuktikan bahwa pengalaman dan konsistensi masih menjadi kekuatan utama tim tersebut dalam kompetisi di Bekasi pada tahun ini.
Tidak hanya rider putra yang mencuri perhatian, kategori rider putri atau srikandi Equestrian juga menghadirkan penampilan yang mengesankan.
Nareswari Raditya berhasil mencatatkan clear round di kelas 100–105 cm, sebuah pencapaian yang menunjukkan stabilitas performa baik dari sisi rider maupun kuda.

Dalam show jumping, clear round menjadi indikator penting karena menunjukkan lintasan dapat diselesaikan tanpa menjatuhkan rintangan ataupun mendapat penalti waktu.
Selain performa individu, Ramadhan Cup 2026 di hari kedua juga memperlihatkan persaingan antar klub yang semakin intens.
Kontingen Aragon Equestrian Sport tercatat mengirimkan jumlah rider terbanyak dan sementara memimpin perolehan podium di beberapa kelas.
Sementara itu, klub-klub besar lain seperti Djiugo Equestrian dan Equinara Horse Sports turut memberikan tekanan kompetitif dengan menurunkan rider terbaik mereka di kelas menengah hingga tinggi.
Menariknya, sebagai tuan rumah, Hub Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif. Para rider lokal Bekasi terlihat cukup kompetitif terutama di kelas pemula hingga menengah.
Menurut beberapa pengamat, faktor familiaritas terhadap arena pasir Jatisampurna memberikan keuntungan tersendiri bagi atlet lokal dalam menjaga ritme dan keseimbangan saat memasuki lintasan.
Salah satu hal yang membuat laga di hari kedua terasa berbeda adalah adanya night competition atau pertandingan malam hari.
Pencahayaan lampu arena memberikan suasana dramatis sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri bagi kuda dan rider. Adaptasi visual menjadi faktor penting karena kuda harus mampu membaca jarak rintangan dengan akurat meskipun berada di bawah sorotan lampu yang terang.
Secara anatomi, kemampuan kuda untuk menjaga keseimbangan saat mendarat setelah melompati rintangan sangat bergantung pada kekuatan sendi carpus di kaki depan dan stifle di kaki belakang.
Kedua sendi ini berperan sebagai sistem peredam alami ketika kuda melakukan pendaratan setelah lompatan tinggi. Rider yang memahami biomekanik ini biasanya mampu mengatur ritme lari dan akselerasi kuda dengan lebih efisien.
Penampilan Arserl Rizki Brayudha di kelas utama menunjukkan pemahaman biomekanik tersebut.
Ia tampak mampu mengatur kecepatan sebelum rintangan dan melakukan akselerasi kembali setelah pendaratan tanpa kehilangan keseimbangan.
Kombinasi teknik rider dan kekuatan fisik kuda menjadi faktor penting yang membuat performanya terlihat stabil sepanjang lintasan.
Dengan meningkatnya intensitas persaingan di hari kedua, Ramadhan Cup 2026 semakin menunjukkan kualitasnya sebagai ajang kompetisi yang serius dalam kalender Equestrian nasional.









