Dunia balap kuda Asia berduka setelah kabar wafatnya kuda pacu legendaris, Rocket Man pada usia 20 tahun.
Kuda juara yang menjadi kebanggaan Singapura itu dikenal sebagai salah satu sprinter terbaik yang pernah muncul di lintasan balap Asia.
Dikutip dari World Horse Racing, Rocket Man mencatatkan sederet kemenangan prestisius di berbagai ajang internasional.
Namanya melambung setelah menjuarai Dubai Golden Shaheen, salah satu balapan sprint paling bergengsi di dunia yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab.
Selain itu, ia juga meraih kemenangan di KrisFlyer International Sprint, ajang sprint kelas dunia yang menjadi bagian penting dari kalender balap kuda di Singapura.
Di negara asalnya, Rocket Man juga menunjukkan dominasi luar biasa dengan memenangkan Lion City Cup sebanyak empat kali, menjadikannya salah satu kuda paling sukses dalam sejarah balapan tersebut.
Prestasinya tidak hanya berhenti di Singapura dan Timur Tengah.
Rocket Man juga menorehkan kemenangan di Hong Kong melalui Jockey Club Sprint, menegaskan reputasinya sebagai sprinter kelas dunia yang mampu bersaing di berbagai lintasan internasional.
Kecepatan eksplosif dan konsistensi performa membuat Rocket Man menjadi ikon balap kuda Asia pada masanya. la dikenal memiliki gaya berlari yang kuat di lintasan lurus, sering kali melesat meninggalkan rivalnya di meter-meter terakhir balapan.
Bagi para penggemar balap kuda, Rocket Man bukan sekadar juara.
la adalah simbol kejayaan balap kuda Singapura di panggung internasional dan salah satu sprinter paling berpengaruh dalam sejarah olahraga ini di kawasan Asia.
Kepergian Rocket Man di usia 20 tahun meninggalkan warisan besar bagi dunia balap kuda.
Namanya akan selalu dikenang sebagai legenda lintasan yang pernah mengharumkan nama Singapura di berbagai arena balap dunia.








