Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengapresiasi keberhasilan Sarga.co dalam membangun ekosistem sportainment melalui industri pacuan kuda nasional.
Hal tersebut disampaikan Teuku Riefky dalam perhelatan Indonesia Rising Stars Award 2026 yang digelar di Royal Glasshouse, Park Hyatt Hotel, Jakarta pada Kamis (15/1/2026).
Dalam sambutannya, Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa model bisnis yang dijalankan Sarga.co sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam menggerakkan ekonomi daerah.
“Tentu tidak lupa saya juga ingin menyampaikan apresiasi teriring rasa bangga kepada semua pihak yang telah menghadirkan Indonesia Racing Stars Award 2026 yang terutama mana disini Sarga.co selama tahun 2025 telah melakukan berbagai macam event jadi mengkombinasikan event racing berkuda tetapi juga melibatkan berbagai stekholder membangkitkan industri kreatif,” kata Teuku Riefky.
Riefky berharap kesuksesan model sportainment ini dapat menjadi inspirasi bagi cabang olahraga lainnya. Ia menekankan bahwa dampak dari kegiatan seperti ini jauh melampaui aspek hiburan semata, ada roda ekonomi yang berputar, kreativitas, hingga pelestarian budaya dan promosi pariwisata daerah.
“Membangkitkan para wisata dan melibatkan banyak hal jadi sportainment ini benar-benar diwujudkan, dicontohkan oleh Sarga.co dan harapannya juga diikuti berbagai olahraga-olahraga lain dan tentu ini juga selain menghibur masyarakat, ekonomi juga bergerak budaya kita, kreatifitas kita, turism kita juga bergerak dan ini tentu membawa manfaat dalam mendukung tentunya yang juga diinginkan oleh Bapak Presiden kita, Pak Presiden Prabowo bagaimana kita terus memutar roda ekonomi di berbagai daerah,” kata Teuku Riefky.
Riefky juga menekankan bahwa penghargaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola industri berkuda agar mampu bersaing di level internasional, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM di sektor kuliner hingga fesyen.
“Harapannya dalam masa depan industri berkuda Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi olahraga tetapi juga dari tata kelola kualitas penyelenggaraan serta daya saing di tingkat nasional dan internasional tentu pacuan kuda memiliki keterkaitan yang erat dengan berbagai sektor termasuk industri kreatif dan di setiap penyelenggara kita membutuhkan ruang bagi berbagai aktivitas yang mendukung mulai dari kulinernya, fashionnya, musiknya, merchandise-nya, banyak sekali yang terlibat,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan di bawah naungan PORDASI untuk menjadikan pacuan kuda sebagai pionir kolaborasi lintas industri.
“Khususnya pacuan kuda di bawah naungan fordasi sebagai contoh kolaborasi yang kuat dengan berbagai industri termasuk industri kreatif dengan kebudayaan dan industri dan parawisata, melalui kerjasama dengan Sagra ini olahraga ini berhasil memadukan sport dengan kretifitas sehingga makin diminati masyarakat luas,” ujarnya.
Acara ini merupakan bentuk pengakuan prestisius bagi perusahaan, teknologi, dan individu yang memberikan dampak nyata bagi industri nasional dalam kurun waktu kurang dari lima tahun. Salah satu sorotan utama adalah Equine Award yang diberikan kepada para pelaku terbaik di lintasan berkuda sepanjang tahun 2025.
Turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Dewan Penasihat PORDASI Hashim Djojohadikusumo, Ketua Umum PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Founder & Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, serta jajaran pimpinan Sarga Group.
Terdapat enam kategori penghargaan yang diberikan, yakni Sarga Partnership Gratitude, Rising Stars Award, Sarga Equine Award, Sarga Indonesia’s Horse Racing Award, Sarga Media Appreciation, serta Sarga Badge of Honor. Melalui Equine Award, apresiasi diberikan secara menyeluruh kepada stable, pelatih, joki, hingga kuda terbaik dari cabang Horseback Archery, Polo, dan Equestrian.










