Bagi para pemilik dan peternak kuda, menanti kabar kehamilan induk kuda bukan sekadar persoalan teknis, melainkan momen penuh harapan.
Di balik arena latihan dan lintasan kompetisi, ada fase penting dalam siklus kehidupan kuda yang menentukan keberlanjutan generasi.
Teknologi kini semakin berkembang, kehamilan kuda tak lagi dilihat hanya melalui perubahan fisik semata, melainkan bisa diketahui lewat pemeriksaan hormon bernama eCG.
Hormon Equine Chorionic Gonadotrophin merupakan hormon yang diproduksi secara alami oleh kuda betina ketika memasuki masa kehamilan.
Mengutip laman Merck Veterinary Manual, hormon ini dihasilkan oleh sel-sel trofoblas yang membentuk sabuk korionik (chorionic girdle) pada plasenta yang berperan dalam mempertahankan kehamilan pada tahap awal.
Keberadaan hormon eCG dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah.
Ketika hormon tersebut kemudian ditemukan, hal itu menjadi indikator bahwa kehamilan sedang berlangsung.
Metode ini dinilai lebih efektif dibanding hanya mengandalkan penilaian perubahan fisik atau perilaku induk kuda.
Prosedur pemeriksaannya pun relatif sederhana. Sampel darah yang sudah diambil oleh dokter hewan, kemudian dibawa ke Laboratorium untuk dilakukan pemisahan serum serta dianalisa.
Hal tersebut bertujuan untuk mendeteksi hormon eCG, yang menjadi pertanda awal bahwa induk kuda mengalami fase kehamilan.
Mengutip National Center for Biotechnology Information (NCBI), disebutkan hormon eCG umumnya mulai terdeteksi sekitar hari ke-40 setelah pembuahan, dan berperan dalam menjaga fungsi korpus luteum, yakni struktur yang membantu mempertahankan hormon progesteron (hormon kehamilan).
Mendeteksi kehamilan sejak dini tentu penting bagi para peternak. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan pakan yang diberikan, aktivitas harian, hingga jadwal pemeriksaan lanjutan seperti ulrasonografi (USG) demi menjaga kesehatan induk kuda serta perkembangan janin yang optimal.
Pada akhirnya perkembangan teknologi reproduksi, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan dan perawatan hewan (veteriner), menunjukkan bahwa sains semakin mendukung kesejahteraan kuda dan sebagai langkah awal menjaga generasi berikutnya.









