Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa ajang Pacu Kuda tidak hanya ajang olahraga, lebih dari itu memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat dan daerah.
“Kegiatan pacu kuda ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor pariwisata di Sumatera Barat,” kata Mahyeldi, Senin (30/3/2026).
Kegiatan Pacu Kuda ini menjadi salah satu agenda unggulan daerah, dalam mendorong pengembangan pariwisata dan perputaran ekonomi.
Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan PORDASI atas kolaborasi dalam penyelenggaraan event tersebut.
Ia menilai, pacu kuda tidak hanya berperan dalam meningkatkan prestasi olahraga berkuda, tetapi juga memberikan dampak luas bagi sektor pariwisata dan UMKM.
Mahyeldi meyakini, ajang pacu kuda dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta menjadi magnet bagi perantau untuk kembali ke kampung halaman.
“Momentum ini menjadi bagian penting dalam strategi kita mengembangkan pariwisata daerah melalui event-event olahraga yang mampu menarik perhatian masyarakat luas,” tuturnya.
Mahyeldi juga berharap, kejuaraan pacu kuda dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan kebersamaan, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami ingin event ini tidak hanya sukses sebagai tontonan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mahyeldi pun mengapresiasi peran Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam menghadirkan ajang yang mampu menarik partisipasi perantau dan pengunjung dari berbagai daerah.
“Banyak perantau yang pulang kampung dan ikut berkontribusi dalam kegiatan ini. Ini menjadi kekuatan besar dalam menggerakkan ekonomi dan pariwisata daerah,” ungkapnya.
Sementara, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis menyampaikan komitmennya untuk menjadikan ajang pacu kuda sebagai agenda tahunan dalam rangka memperkuat pariwisata dan pelestarian budaya Minangkabau.
“Event ini akan terus kita dorong menjadi agenda tahunan yang mampu menarik wisatawan sekaligus melestarikan budaya daerah,” tuturnya.
John menjelaskan, pelaksanaan Pacu Kuda Padang Pariaman 2026 berlangsung selama dua hari, 28–29 Maret, dengan mempertandingkan berbagai kelas terbaik.
Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan hiburan masyarakat, termasuk penampilan artis Minang Fauzana serta kehadiran aktor nasional Jefri Nichol, yang semakin menambah daya tarik event tersebut.
Menurutnya, pacu kuda tidak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan kesuksesan acara ini,” tutupnya.










