”Saya sangat mengapresiasi perjuangan mereka…”
Sejarah baru ditorehkan oleh dunia berkuda Tanah Air. Tim Nasional Tent Pegging Indonesia sukses melakoni debut perdananya di kancah internasional pada ajang ITPF World Cup Qualifier 2026 di Yordania pada 29-31 Januari 2026 lalu.
Meski datang sebagai tim debutan dengan masa persiapan yang sangat singkat, Indonesia berhasil menunjukkan taringnya dengan menduduki peringkat keempat grup, mengungguli negara-negara yang jauh lebih berpengalaman.
Perjalanan Timnas yang digawangi oleh Alan Pratama, Kenzie Allkautsar, Abdurrahman, Muhammad Shalah Syahada, dan Yosua Sitorus ini terbilang luar biasa.
Mereka terpilih melalui Talent Scouting ketat di JIEPP Jakarta Timur pada Desember 2025, disusul dengan Training Camp intensif di Jawa Barat yang melibatkan pelatih profesional asal Pakistan.
Ketua Komisi Horseback Archery (HBA) & Tent Pegging, Deri Asta, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan para atlet, yang harus beradaptasi cepat dengan kuda ras Arab yang dikenal memiliki karakteristik berbeda dari kuda lokal.
”Saya sangat mengapresiasi perjuangan mereka. Hasil ini sangat bisa dipahami mengingat persiapan efektif kita hanya 2 bulan. Namun, mereka mampu memberikan perlawanan maksimal di grup neraka,” ujar Deri Asta dikutip dari laman Pordasi, Rabu (4/2/2026)
Deri menyampaikan, pada pertandingan kualifikasi tersebut Indonesia berada satu grup dengan Arab Saudi (juara dunia Tent Pegging), Yordania (tuan rumah), India (negara asal olahraga Tent Pegging), Kuwait, Norwegia, dan Jerman.
Menduduki peringkat ke empat, Indonesia mampu mengungguli Jerman yang kurang lebih telah 10 tahun mengembangkan olahraga Tent Pegging.
“Indonesia memang berada di grup yang bermaterikan negara-negara yang olahraga Tent Peggingnya sudah jauh berkembang, itupun Kita masih mampu unggul dari Jerman yang sudah lebih dulu mengembangkan olahraga Tent Pegging. Selain itu, adaptasi para atlet dengan kuda-kuda dari ras Arab yang sangat berbeda dengan kuda-kuda di Indonesia memang masih menjadi kendala tersendiri,” katanya.
Deri pun yakin dengan hasil yang diperoleh dari pertandingan level dunia tersebut, kedepannya Komisi HBA & Tent Pegging akan memiliki tolak ukur dalam hal pengembangan kemampuan para atlet Tent Pegging Indonesia, agar dapat bersaing ditingkat internasional.









