“Alhamdulillah AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 berhasil diselenggarakan dengan sukses. Ini merupakan sesuatu yang sangat baru bagi Indonesia karena belum pernah kita laksanakan sebelumnya,”
AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 FEI CSI1 International Jumping Competition dan Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 resmi berakhir dengan sukses di Equinara Horse Sports, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Minggu 28 Juni 2026.
Untuk pertama kalinya, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan CSI1 Borrowed Horse Competition di bawah naungan Asian Equestrian Federation (AEF) dan Fédération Equestre Internationale (FEI). Sebanyak 13 negara ambil bagian dalam ajang bergengsi ini, menjadikannya salah satu borrowed horse competition terbesar yang pernah digelar di Asia.
Tak hanya sukses sebagai penyelenggara, Indonesia juga mampu menunjukkan daya saing di arena pertandingan. Pada hari terakhir kompetisi, rider Indonesia Brandon berhasil meraih medali emas setelah tampil gemilang di babak jump-off. Sementara Aisyah Hakim menambah kebanggaan Merah Putih dengan merebut medali perunggu.
Ketua Pelaksana AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 sekaligus Presiden Equinara Horse Sports, Adinda Yuanita, mengaku bersyukur seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
“Alhamdulillah AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 berhasil diselenggarakan dengan sukses. Ini merupakan sesuatu yang sangat baru bagi Indonesia karena belum pernah kita laksanakan sebelumnya,” ujar Adinda dilokasi.
Menurutnya, menjadi tuan rumah kejuaraan FEI bukan perkara mudah. Panitia harus memenuhi standar internasional, mulai dari penyediaan kuda, akomodasi, transportasi hingga keselamatan atlet dan ofisial.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Kami mendapat apresiasi dari Asian Equestrian Federation karena penyelenggaraan CSI1 Borrowed Horse di Jakarta menjadi yang terbesar dalam sejarah AEF,” katanya.
Selain meningkatkan prestasi olahraga, penyelenggaraan AEF/MANTENA Cup juga memberikan dampak positif bagi sektor sport tourism. Sejumlah atlet dan ofisial dari berbagai negara memilih memperpanjang kunjungan mereka untuk menikmati destinasi wisata di Indonesia.
“Tidak hanya sport tourism tapi industri kreatif juga berkembang karena kemarin kita juga mengenalkan kepada peserta dari 12 negara luar mulai dari kuliner hingga kebudayaan Indonesia yang menjadi sesuatu multiplier effect dari penyelenggaraan pertandingan internasional seperti ini,” ucap Adinda.
Melihat sukses penyelenggaraan tahun ini, Adinda berharap AEF/MANTENA Cup dapat menjadi agenda tahunan sehingga semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi berkuda bertaraf internasional.
“Mungkin kita akan melaksanakan di 2027 dan 2028 kembali karena kita memang memerlukan pengalaman kita tidak bisa bertanding hanya di antara kita saja,” kata Adinda.
“Dan sebagai tuan rumah itu adalah sesuatu yang penting, kita memiliki pengalaman dan juga reputasi dan nama baik Indonesia di sini diperlihatkan juga kepada negara-negara lain,” pungkasnya.










