”Sekarang Kota Malang sudah menjadi salah satu tujuan aktivitas olahraga berkuda. Piala Wali Kota ini sudah berlangsung beberapa kali dan pesertanya terus bertambah,”
Kota Malang kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat olahraga berkuda utama di Jawa Timur. Hal ini dibuktikan melalui suksesnya gelaran Equestrian Friends and Challenge Wali Kota Cup 2026 yang berlangsung di Puncak Joyo Royal Stable pada 18–21 Juni 2026.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya sejak dirintis pada 2024, ajang ini sukses memecahkan rekor jumlah peserta terbanyak.
Sebanyak 123 ekor kuda ambil bagian dalam kejuaraan yang mempertandingkan nomor dressage atau tunggang serasi dan show jumping atau lompat rintangan tersebut.
Tingginya antusiasme peserta bahkan membuat kapasitas kandang yang disediakan panitia penuh total. Alhasil, pekarangan sejumlah rumah warga di sekitar lokasi terpaksa dimanfaatkan menjadi kandang sementara.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas lonjakan minat peserta yang datang dari berbagai daerah, termasuk dari luar Provinsi Jawa Timur seperti Kalimantan Selatan.
Menurut Wahyu, kejuaraan ini tidak sekadar menjadi wadah pembinaan atlet, tetapi juga motor penggerak sektor wisata olahraga (sport tourism) di Kota Malang.
”Sekarang Kota Malang sudah menjadi salah satu tujuan aktivitas olahraga berkuda. Piala Wali Kota ini sudah berlangsung beberapa kali dan pesertanya terus bertambah,” ujar Wahyu usai menyerahkan hadiah sekaligus menutup rangkaian acara pada Minggu (21/6/2026).
Wahyu menambahkan, kehadiran para atlet hingga keluarga pendamping membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Terlebih, prestasi cabang olahraga berkuda Kota Malang di ajang Porprov Jawa Timur juga sedang berada di tren positif.
”Pada Porprov kemarin kami berhasil meraih enam medali emas, tujuh perak, dan lima perunggu hingga menjadi juara umum. Ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan pembinaan atlet ke depan,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menilai kejuaraan ini sangat krusial untuk menjaga momentum dan gairah prestasi atlet berkuda Malang menjelang Porprov Jawa Timur berikutnya.
”Ini bagian dari persiapan mencari bibit-bibit atlet Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) sejak dini. Setelah berhasil menjadi juara umum, tentu target kami berikutnya adalah mempertahankan prestasi tersebut,” tegas Baihaqi.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antara olahraga dan pariwisata terbukti mendongkrak pendapatan daerah karena para peserta turut membelanjakan uangnya di destinasi wisata lokal.
Selanjutnya, Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua Pordasi Kota Malang, Efril, mengonfirmasi bahwa edisi tahun ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan.
”Tahun ini ada 123 kuda yang berpartisipasi. Ini menjadi rekor selama kami menyelenggarakan event sejak 2024. Total entri yang masuk mencapai sekitar 600 nomor pertandingan,” ungkap Efril.
Diketahui, Kejuaraan Wali Kota Cup 2026 ini mempertandingkan total 32 kelas. Untuk nomor dressage, kompetisi dimulai dari tingkat sekolah dasar (SD). Sedangkan untuk nomor show jumping, kategori dinilai berdasarkan tingkat kesulitan dengan ketinggian rintangan mulai dari 40 sentimeter hingga yang tertinggi mencapai 150 sentimeter.










