“Aku tidak stay di satu stable, jadi kalau aku lagi di Jakarta kadang di arthayasa atau pulomas. Kalau lagi di bandung di bbs atau equestra atau juga RK stable,”
Dunia olahraga ketangkasan berkuda equestrian tanah air selalu punya cerita menarik dari para penggiatnya. Salah satunya datang dari Widuri Agesty, atau yang akrab disapa Ages, atau DJ Agesty.
Perempuan berdarah campuran Aceh dan Bandung ini membuktikan bahwa berkuda bukan sekadar tren, melainkan hobi mendalam yang ia tekuni di sela-sela kesibukannya sebagai seorang DJ dan juga pebisnis.
Bagi Agesty, fleksibilitas adalah kunci. Demi menyalurkan hobinya ini, ia tidak terpaku pada satu stable saja. Jadwal latihannya bergerak dinamis mengikuti lokasinya berada.
“Aku tidak stay di satu stable, jadi kalau aku lagi di Jakarta kadang di arthayasa atau pulomas. Kalau lagi di bandung di bbs atau equestra atau juga RK stable,” ungkapnya kepada Berkudanews, Sabtu (30/5/2026).
Meski hanya sekadar hobi, Agesty mulai menantang dirinya untuk keluar dari zona nyaman. Ia mengaku memberanikan diri untuk terjun sedikit demi sedikit ke atmosfer pertandingan resmi.
”Untuk pertandingan, aku baru mulai coba beraniin untuk terjun dikit-dikit sih, udah pernah ikut tanding 2 kali di Nawasena summer season dan BBS castalia equestrian,” kata dia.
Meskipun sudah mencicipi atmosfer kompetisi dan memiliki kemampuan yang mumpuni di atas pelana, Agesty mengaku tidak memiliki target untuk berkarier sebagai atlet profesional.
Baginya, prioritas utama saat ini tetap berada di dunia bisnis yang sedang ia jalani secara fokus.
“kayanya kalau untuk sampai jadi atlet profesional engga sih berkuda cukup menjadi hobby aku saja. karena aku fokus di bisnis ku sekarang,” imbuhnya.
Langkah Agesty ini menjadi bukti bahwa kompetisi berkuda kini semakin inklusif, membuka ruang bagi para hobbyist untuk tetap bisa merasakan serunya berkompetisi tanpa harus kehilangan fokus pada karir utama mereka.










