Gelar juara dunia paling bergengsi disiplin tunggang serasi akhirnya resmi diraih oleh atlet berkuda asal Britania Raya, Becky Moody.
Bertanding bersama kuda kesayangannya, Jagerbomb, Becky Moody tampil memukau dan sukses merengkuh trofi juara umum pada ajang puncak FEI Dressage World Cup Final di Fort Worth, Texas, Amerika Serikat yang digelar pada 8 hingga 12 April 2026 yang lalu.
Melalui unggahan resminya, FEI membagikan moment kemenangan epik, ditandai dengan perolehan skor yang sangat memuaskan.
Tampil pada babak penentuan, Becky dan Jagerbomb memecahkan rekor tertinggi sepanjang karier mereka dengan torehan angka penilaian yang menyentuh 88,330 persen.
Kemenangan gemilang di daratan Amerika Serikat ini terasa amat emosional dan istimewa bagi kubu sang atlet.
Pasalnya, kuda andalannya tersebut berstatus sebagai pahlawan hasil ternakan sendiri (homebred hero) yang dirawat dan dilatih langsung oleh Becky secara personal sejak hewan itu lahir.
Perjalanan Jagerbomb menuju puncak tertinggi dunia ekuestrian ini dilalui dengan proses transformasi yang unik.
Pada masa mudanya, kuda yang kini berusia 12 tahun tersebut dikenal memiliki temperamen yang agak malas (slightly lazy youngster), sebelum akhirnya bermetamorfosis menjadi kuda dengan kekuatan kelas dunia yang memikat hati para penggemar.
Disitat dari portal ekuestrian independen Horse Network, ujian mental terbesar bagi pasangan ini terjadi saat mereka harus berlaga sebagai penutup turnamen di Dickies Arena.
Memasuki lapangan dengan tekanan ekspektasi yang masif, Becky dan Jagerbomb tetap mampu menjaga tingkat harmoni dan fokus yang luar biasa.
Di hadapan ribuan pasang mata penonton, pasangan atlet dan kuda ini menyajikan manuver koreografi Grand Prix Freestyle tingkat tinggi yang diiringi lantunan kompilasi musik The Beatles.
Eksekusi presisi pada teknik pergantian tempo ganda dan manuver pirouette di lintasan melengkung sukses mengunci nilai fantastis dari dewan juri.
Torehan skor absolut 88,330 persen tersebut terbukti mustahil dikejar oleh para pesaing elit lainnya di tabel klasemen akhir pada 11 April 2026 lalu.
Keberhasilan ini menyingkirkan atlet jagoan tuan rumah Amerika Serikat, Christian Simonson, ke posisi kedua, sekaligus menyingkirkan juara dunia bertahan, Patrik Kittel dari Swedia.
Bagi Becky Moody, trofi prestisius ini menjadi afirmasi atas komitmen tak kenal lelahnya dalam dunia pembinaan kuda tunggang serasi.
Kemenangannya membuktikan bahwa proses pelatihan yang sabar dipadukan dengan ikatan emosional kuat mampu mengantarkan seekor kuda lokal ke puncak peradaban olahraga ekuestrian internasional.









