berkudanews.com
  • Home
  • News
  • Sisi Lain
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Sisi Lain
No Result
View All Result
berkudanews.com

Mengulas Pertiwi Cup: “Oaks”-nya Indonesia di Dunia Pacuan Kuda!

by Redaksi Penulis
in Berita Nasional, Berita Utama, Berkuda, Kompetisi, Pacuan Kuda
0
Home Berita Nasional

Dalam dunia pacuan kuda nasional, Pertiwi Cup dikenal sebagai salah satu lomba klasik paling bergengsi yang secara khusus diperuntukkan bagi kuda betina usia tiga tahun (fillies).

Kejuaraan ini menjadi panggung penting dalam mengukur kualitas generasi muda kuda pacu Indonesia, sekaligus bagian dari sistem pembinaan menuju level elite.

Berdasarkan regulasi dan catatan organisasi pacuan nasional, Pertiwi Cup merupakan bagian dari rangkaian Indonesia’s Horse Racing Triple Crown Serie 1, yang rutin digelar setiap tahun.

Dalam ajang ini, kelas Pertiwi Cup dipertandingkan pada jarak 1.600 meter dan hanya diikuti oleh kuda betina usia tiga tahun, menjadikannya kategori yang sangat spesifik dan prestisius.

Sejarah panjang Pertiwi Cup tidak lepas dari perkembangan industri pacuan kuda Indonesia itu sendiri.

Dalam buku Sejarah Pembentukan Kuda Pacu Indonesia: Rumpun Baru Kuda Indonesia Karya Anak Bangsa (Gramedia, 2019), dijelaskan bahwa ajang ini pertama kali diselenggarakan pada era 1980-an di Pulomas, Jakarta.

Awalnya, perlombaan belum memiliki batasan usia khusus dan masih menggunakan jarak yang lebih pendek.

Ilustrasi–Dalam dunia pacuan kuda nasional, Pertiwi Cup dikenal sebagai salah satu lomba klasik paling bergengsi yang secara khusus diperuntukkan bagi kuda betina usia tiga tahun (fillies). (Tangkapan layar/Instagram @indonesiashorseracing).

Seiring berkembangnya sistem klasifikasi pacuan nasional, terjadi perubahan penting pada awal 1990-an.

Regulasi kemudian menetapkan bahwa Pertiwi Cup hanya boleh diikuti oleh kuda betina usia tiga tahun.

Perubahan ini menjadikan Pertiwi Cup sebagai versi Indonesia dari lomba “Oaks”, yaitu kategori khusus untuk fillies dalam tradisi balap kuda dunia.

Selain aspek kompetisi, Pertiwi Cup juga memiliki nilai simbolik yang kuat. Penyelenggaraannya sering dikaitkan dengan momentum bulan April, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Hal ini menjadikan ajang tersebut sebagai simbol penghormatan terhadap perempuan, selaras dengan konsep lomba yang dikhususkan bagi kuda betina.

Tradisi Dunia: Lomba Khusus Kuda Betina (Fillies)

Ilustrasi–Dalam dunia pacuan kuda nasional, Pertiwi Cup dikenal sebagai salah satu lomba klasik paling bergengsi yang secara khusus diperuntukkan bagi kuda betina usia tiga tahun (fillies). (Tangkapan layar/Instagram @indonesiashorseracing).

Dalam video yang diunggah Indonesia’s Horse Racing dijelaskan, lomba khusus kuda betina usia tiga tahun telah menjadi bagian penting dalam sistem pacuan kuda Thoroughbred. Kategori ini dikenal luas dengan istilah “Oaks”.

Secara historis, sistem ini dikembangkan untuk membedakan performa antara kuda jantan dan betina, sekaligus menjadi indikator penting dalam dunia breeding (pembiakan).

Kuda betina yang berprestasi dalam lomba seperti ini memiliki nilai tinggi sebagai indukan di masa depan, karena dianggap memiliki kualitas genetik unggul.

Konsep tersebut kemudian diadopsi di berbagai negara, misalnya Epsom Oaks di Inggris, Kentucky Oaks di Amerika, dan Japanese Oaks di Jepang.

Peran Strategis Pertiwi Cup di Indonesia

Di Indonesia, Pertiwi Cup tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari ekosistem pembinaan kuda pacu nasional.

Bersama kelas Derby dan Triple Crown, ajang ini membantu menciptakan struktur kompetisi yang seimbang antara kuda jantan dan betina.

Keberadaan Pertiwi Cup juga memberikan peluang bagi pemilik dan peternak untuk menguji kualitas kuda betina terbaik mereka di usia emas, yaitu tiga tahun.

Hal ini sangat penting dalam menentukan masa depan kuda, baik sebagai atlet maupun sebagai indukan dalam industri pembiakan.

Tags: atletAtlet BerkudaBerkudafilliesIndonesia’s Horse Racingkudakuda betinaOAKSOlahraga BerkudaPacu KudaPacuan KudaPertiwi cupPertiwi Cup 2026Triple CrownTriple Crown indonesia
Previous Post

Kiprah Gemilang Jemmy Runtu, Sosok di Balik Kesuksesan Kuda-kuda Juara

Next Post

Perang Bintang di Sultan Agung: Daftar 12 Kuda Terbaik Siap Beradu Nyali Demi Mahkota Seri I Triple Crown 2026!

Next Post
Perang Bintang di Sultan Agung: Daftar 12 Kuda Terbaik Siap Beradu Nyali Demi Mahkota Seri I Triple Crown 2026!

Perang Bintang di Sultan Agung: Daftar 12 Kuda Terbaik Siap Beradu Nyali Demi Mahkota Seri I Triple Crown 2026!

Dua Atlet Berkuda Indonesia Ikut Program Eventing Training Camp di Saumur Prancis

Venue Ikonik Santa Anita Park Siap Sukseskan Equestrian Olimpiade Los Angeles 2028

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dokumentasi Arabian Horse

Hubungan Antara Kuda dan Manusia, 6000 Tahun yang Mengubah Dunia

May 23, 2026
Dokumentasi Sarga.co

Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Pertandingan Juni 2026 Mendatang

May 23, 2026
Dokumentasi Instagram Fahmi Satria

Muhammad Fahmi Satria Widjaya, Atlet Berkuda dari Arthayasa Stables yang Terus Mengukir Prestasi

May 22, 2026
Dokumentasi Instagram Fahmi Satria

Konsistensi Fahmi Satria, Rider Penunggang Kuda Tangguh dari Arthayasa Stables

May 22, 2026
Dokumentasi Instagram Galeri Pacu Sumbar

Lama Tak Terdengar di Lintasan Pacu, Ternyata Kuda Wonder Land Sudah Jadi Indukan

May 21, 2026
Dokumentasi Arabian Horse

Hubungan Antara Kuda dan Manusia, 6000 Tahun yang Mengubah Dunia

0
Dokumentasi Sarga.co

Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Pertandingan Juni 2026 Mendatang

0
Dokumentasi Instagram Fahmi Satria

Muhammad Fahmi Satria Widjaya, Atlet Berkuda dari Arthayasa Stables yang Terus Mengukir Prestasi

0
Dokumentasi Instagram Fahmi Satria

Konsistensi Fahmi Satria, Rider Penunggang Kuda Tangguh dari Arthayasa Stables

0
Dokumentasi Instagram Galeri Pacu Sumbar

Lama Tak Terdengar di Lintasan Pacu, Ternyata Kuda Wonder Land Sudah Jadi Indukan

0
Dokumentasi Arabian Horse

Hubungan Antara Kuda dan Manusia, 6000 Tahun yang Mengubah Dunia

May 23, 2026
Dokumentasi Sarga.co

Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Pertandingan Juni 2026 Mendatang

May 23, 2026
Dokumentasi Instagram Fahmi Satria

Muhammad Fahmi Satria Widjaya, Atlet Berkuda dari Arthayasa Stables yang Terus Mengukir Prestasi

May 22, 2026
Dokumentasi Instagram Fahmi Satria

Konsistensi Fahmi Satria, Rider Penunggang Kuda Tangguh dari Arthayasa Stables

May 22, 2026
Dokumentasi Instagram Galeri Pacu Sumbar

Lama Tak Terdengar di Lintasan Pacu, Ternyata Kuda Wonder Land Sudah Jadi Indukan

May 21, 2026

Popular

  • Dokumentasi Arabian Horse

    Hubungan Antara Kuda dan Manusia, 6000 Tahun yang Mengubah Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Pertandingan Juni 2026 Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muhammad Fahmi Satria Widjaya, Atlet Berkuda dari Arthayasa Stables yang Terus Mengukir Prestasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsistensi Fahmi Satria, Rider Penunggang Kuda Tangguh dari Arthayasa Stables

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lama Tak Terdengar di Lintasan Pacu, Ternyata Kuda Wonder Land Sudah Jadi Indukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent Posts

  • Hubungan Antara Kuda dan Manusia, 6000 Tahun yang Mengubah Dunia
  • Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Pertandingan Juni 2026 Mendatang
  • Muhammad Fahmi Satria Widjaya, Atlet Berkuda dari Arthayasa Stables yang Terus Mengukir Prestasi

Recent News

Dokumentasi Arabian Horse

Hubungan Antara Kuda dan Manusia, 6000 Tahun yang Mengubah Dunia

May 23, 2026
Dokumentasi Sarga.co

Naga Sembilan Tunggu King Argentin di Pertandingan Juni 2026 Mendatang

May 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 Berkuda News

  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Sisi Lain

© 2026 Berkuda News