Kehadiran aktor muda Jefri Nichol menjadi sorotan dalam gelaran pacuan kuda tradisional di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
Acara yang berlangsung pada 28–29 Maret 2026 lalu di Lapangan Pacu Kuda Duku Banyak ini sukses menarik perhatian ribuan masyarakat yang memadati arena sejak pagi hari.
Event pacuan kuda yang dikenal dengan sebutan “Pacu Kudo” ini merupakan salah satu tradisi budaya Minangkabau yang rutin digelar dan selalu dinantikan masyarakat.
Mengutip akun Instagram @diskominfo.padangpariaman, kedatangan Jefri Nichol disambut antusias oleh para pengunjung.
Banyak penonton yang berusaha mendekat untuk sekadar melihat langsung hingga mengabadikan momen bersama sang aktor. Kehadirannya mampu menambah daya tarik acara, khususnya bagi kalangan generasi muda.

Selain sebagai ajang hiburan, pacuan kuda ini juga menjadi ruang silaturahmi masyarakat serta wadah pelestarian budaya lokal.
Berbagai perlombaan digelar dengan menghadirkan kuda-kuda terbaik dari berbagai daerah, sehingga persaingan berlangsung ketat dan menarik untuk disaksikan.
Tak hanya balapan, acara ini juga dimeriahkan dengan hiburan rakyat dan penampilan spesial, termasuk kehadiran artis nasional seperti Jefri Nichol yang menjadi magnet utama pengunjung.
Sejarah Pacu Kudo
Menurut peneliti olahraga tradisional Indonesia Soehardjono, tradisi Pacu Kudo di Padang Pariaman berakar dari kebiasaan masyarakat Minangkabau yang sejak lama memanfaatkan kuda sebagai alat transportasi dan penunjang aktivitas ekonomi.

Setelah masa panen, masyarakat mengadakan hiburan berupa adu cepat kuda di lahan terbuka, yang kemudian berkembang menjadi tradisi Pacu Kudo.
Ia menyebutkan bahwa bentuk awal pacuan kuda ini sudah dikenal sejak akhir abad ke-19 (sekitar tahun 1890-an), sebelum kemudian berkembang lebih terorganisir.
Lebih lanjut, Soehardjono menjelaskan bahwa pada masa kolonial Belanda, Pacu Kudo mulai diatur secara lebih sistematis dengan adanya lintasan resmi, aturan perlombaan, serta pembagian kelas. Tradisi ini juga memiliki ciri khas penggunaan joki anak-anak karena bobot tubuh yang ringan dianggap menguntungkan.
Selain sebagai olahraga, Pacu Kudo di Padang Pariaman berfungsi sebagai ajang sosial, prestise, dan hiburan rakyat yang memperkuat identitas budaya masyarakat Minangkabau hingga saat ini.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, diharapkan event pacuan kuda di Padang Pariaman dapat terus berkembang menjadi agenda wisata budaya berskala nasional yang mampu menarik lebih banyak wisatawan di masa mendatang.










