Ketua Komisi Peternakan, Kesehatan, dan Registrasi Kuda (PKRK), Muladno mengaku mendukung program dari Komisi Pacuan, yang akan menggaungkan kembali kegiatan peternakan kuda KPI (Kuda Pacu Indonesia) dan penerapan metode uji DNA untuk menjamin keabsahan genetik kuda-kuda KPI.
Menurutnya, hal tersebut akan sejalan dengan program-program yang akan dilaksanakan Komisi PKRK pada tahun kerja 2026.
Muladno juga mengungkapkan, progres pelaksanaan pemberlakuan Sertifikat Kuda Indonesia (SKI) yang sudah mulai berjalan sejak tahun lalu.
Selain itu, perencanaan terkait pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan SDM pendukung di bidang kesehatan kuda juga sudah semakin matang dan tinggal menunggu pelaksanaannya.
“Alhamdulillah, di tahun 2025 lalu Komisi PKRK telah melaksanakan rapat kerja bersama pihak pihak yang berkompeten dari kalangan praktisi dan akademisi, sehingga Komisi PKRK dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan bagi PORDASI ke depannya,” ujar Muladno, Sabtu (28/3/2026).
“Selain penerapan SKI dan pelaksanaan pelatihan-pelatihan, kami juga bertekad untuk membentuk Asosiasi Peternak dan Pemulia Kuda Indonesia yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara para peternak dan pelaku olahraga berkuda,” tambahnya.
Komisi PKRK, kata Muladno juga sepakat agar peternakan kuda KPI menjadi program prioritas.
Menurutnya, KPI adalah karya anak bangsa yang membutuhkan perjalanan panjang, pengorbanan, kesabaran, dan biaya tinggi untuk mewujudkannya.
Kemudian terkait wacana uji tes DNA, Muladno menganggap itu sebagai terobosan besar dalam dunia olahraga berkuda di Indonesia.
“Ini akan menjadi kabar baik bagi. Saya dan teman-teman di kampus yang selama ini bergelut dibidang genetika. Dengan adanya program kuda KPI dan uji tes DNA dari Komisi Pacuan, tentu akan semakin relevan dengan program SKI yang menjadi prioritas di Komisi PKRK,” bebernya.
Selanjutnya, Program Rating Stable yang juga akan menjadi bagian dari rencana kerja Komisi PKRK juga diharapkan dapat mendorong para pemilik stable untuk meningkatkan kualitas fasilitas-fasilitas pendukung di stable masing-masing.
Hal ini bertujuan demi terwujudnya standarisasi yang optimal sehingga dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan kuda dan prestasi para atlet.
“Dengan program-program di atas, saya yakin ke depannya PORDASI akan semakin professional,” pungkasnya.










