Sosok Ratu Elizabeth II dikenal bukan hanya sebagai pemimpin monarki Inggris terlama, tetapi juga ternyata adalah pecinta kuda sejati.
Hubungannya dengan dunia berkuda dimulai sejak usia sangat muda dan terus bertahan hingga usia lanjut, menjadikannya salah satu figur paling ikonik dalam dunia equestrian modern.
Menurut ITVX Kecintaan tersebut sudah tumbuh sejak ia masih balita.
Ratu Elizabeth II mulai berkuda di usia sekitar tiga hingga empat tahun, saat ia menerima hadiah seekor pony Shetland bernama Peggy dari kakeknya, King George V.
Pony kecil itu menjadi awal dari hubungan panjang sang ratu dengan dunia kuda dan menumbuhkan kecintaan yang bertahan seumur hidup.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan berkuda Elizabeth berkembang pesat.
Ia dikenal sebagai penunggang yang terampil sejak remaja dan tetap aktif berkuda bahkan hingga menginjak usia 90 tahun.
Aktivitas ini bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari gaya hidup dan rutinitas pribadinya yang ia pertahankan selama puluhan tahun.
Dalam berbagai acara kenegaraan, kecintaannya terhadap kuda juga terlihat jelas.
Salah satu momen paling ikonik adalah saat ia tampil dalam parade militer tahunan Trooping the Colour.
Dalam acara tersebut, ia sering menunggangi kuda hitam kesayangannya bernama Burma, yang menjadi salah satu kuda paling terkenal dalam sejarah kerajaan Inggris.
Tak hanya sebagai penunggang, ITVX menyebut bahwa Ratu Elizabeth II juga aktif dalam dunia balap kuda.
Ia diketahui membiakkan dan memiliki kuda pacu selama lebih dari 60 tahun, serta berpartisipasi dalam berbagai ajang balap bergengsi di Inggris. Keterlibatannya ini menjadikannya salah satu pemilik dan breeder kuda paling berpengaruh di dunia balap.
Selain itu, ia juga memiliki peternakan dan fasilitas pembiakan kuda sendiri, yang dikelola secara profesional di lingkungan kerajaan, seperti di Sandringham dan stud farm.
Dari sinilah, banyak kuda pacu berkualitas lahir dan berkompetisi di berbagai ajang besar, memperkuat reputasinya di dunia Equestrian internasional.
Dedikasinya terhadap kuda tidak pernah pudar hingga akhir hayatnya.
Bahkan di usia senja, ia masih terlihat menikmati waktu bersama kuda-kudanya di lingkungan istana.
Hal ini menunjukkan bahwa bagi Ratu Elizabeth II, kuda bukan sekadar simbol kerajaan, melainkan bagian penting dari kehidupannya.
Kisah Ratu Elizabeth II menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap hewan dan olahraga dapat bertahan seumur hidup.
Dari seorang putri kecil yang memiliki teman kuda pony bernama Peggy hingga menjadi ratu yang dihormati dunia, hubungan antara Elizabeth dan kuda tetap menjadi salah satu warisan paling hangat dan manusiawi dari sosoknya.










