Bagi seekor kuda, penglihatan bukan sekadar panca indera biasa melainkan radar utama.
Mata kuda merupakan salah satu yang terbesar di antara mamalia darat yang berfungsi mendeteksi ancaman di padang terbuka. Namun, apa yang dialami kuda ketika radar tersebut mulai gelap?
Kuda yang kehilangan penglihatan akan menghadapi tantangan besar dalam bergerak maupun berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Salah satu penyebab kebutaan paling umum pada kuda adalah kondisi yang dulu dikenal sebagai “moon blindness” atau kebutaan bulan.
Nama unik ini muncul karena dahulu orang percaya kebutaan tersebut mengikuti siklus bulan. Padahal sebenarnya ini adalah penyakit peradangan berulang yang disebut Equine Recurrent Uveitis (ERU).
ERU merupakan penyebab paling umum pada kuda yang mengalami kehilangan penglihatan alias kebutaan.
Menurut laman PetMD, ERU adalah kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh kuda secara berkala menyerang bagian tengah mata (uvea) sehingga menyebabkan peradangan berulang yang bisa merusak struktur mata secara permanen.
Peradangan ini sering kali menyebabkan mata berair, sering berkedip, dan kemerahan.
Selain ERU, beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan kebutaan pada kuda.
Katarak, misalnya, bisa berkembang karena faktor usia atau trauma fisik pada mata, sehingga lensa menjadi keruh dan menghalangi cahaya masuk.
Ada pula glaukoma, yakni tekanan tinggi di dalam bola mata yang dapat merusak saraf optik, serta cedera langsung akibat benturan atau luka ketika berlari kencang.
Untuk mendeteksi masalah penglihatan sedini mungkin, pemilik kuda dapat memperhatikan beberapa tanda awal.
Mata yang tampak berair, sering sekali berkedip atau menutup, serta kuda yang tiba-tiba menjadi lebih penakut atau agresif saat didekati dari sisi tertentu bisa menjadi indikator adanya masalah.
Selain itu, perubahan perilaku seperti sering menabrak benda atau enggan bergerak di lingkungan baru juga patut diwaspadai.
Diagnosis ERU dan gangguan mata lainnya biasanya dilakukan oleh dokter hewan melalui pemeriksaan mata menyeluruh, termasuk melihat struktur uvea dan retina, serta pengukuran tekanan bola mata jika dicurigai glaukoma.
Pemeriksaan awal yang cepat dan berkala sangat penting untuk memperlambat progres menuju kebutaan permanen.
Menariknya, beberapa ras kuda tertentu, seperti Appaloosa, memiliki risiko genetik lebih tinggi terkena ERU, dengan angka beberapa kali lipat lebih besar dibandingkan ras lain.
Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetis juga berperan dalam kerentanan terhadap kondisi ini.
Kuda yang kehilangan penglihatan bukan berarti kehilangan hidup yang layak.
Banyak kuda buta tetap bisa hidup bahagia, terutama jika lingkungan mereka aman dan stabil.
Sebagai contoh, kuda buta sangat mengandalkan vibrissae (kumis sensitif di sekitar moncong) untuk memetakan jarak terhadap benda di depannya secara taktis.
Memotong kumis ini tanpa alasan medis dapat sangat merugikan kuda yang sudah kehilangan penglihatan.
Kehilangan mata benar-benar menggugah nilai empati kita terhadap hewan hebat ini.
Deteksi dini masalah mata dan pemahaman kondisi seperti ERU tidak hanya dapat membantu memperlambat progres kebutaan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup kuda yang terkena masalah penglihatan.









