Proses seleksi atlet menjadi fokus utama kalender Polo 2026. Federasi Nasional Pordasi Polo menjadwalkan pembentukan tim pada Mei–Juni sebagai langkah awal konsolidasi kekuatan nasional.
Berbeda dengan disiplin lain yang langsung diwarnai kejuaraan resmi, polo memprioritaskan penyusunan komposisi tim.
Hal ini penting karena polo adalah olahraga beregu yang sangat mengandalkan koordinasi dan komunikasi.
Setelah tahap seleksi, rangkaian laga ekshibisi akan digelar sepanjang Agustus hingga September 2026. Uji tanding ini bertujuan membangun chemistry dan kesiapan taktik sebelum masuk agenda kompetitif yang lebih besar.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, terkait kewajiban agenda tahunan federasi.
“Cabang olahraga atau Federasi Nasional Pordasi hasil transformasi organisasi harus melakukan kewajiban sebagai anggota KONI Pusat, setiap tahun harus ada Rakernas dan Kejurnas,” ujarnya dikutip pada Kamis (4/3/2026).
Secara teknis, polo menuntut kelincahan tinggi kuda. Gerakan stop-and-go sangat bergantung pada kekuatan sendi carpus (setara pergelangan tangan) serta stifle atau lutut belakang.
Menurut beberapa sumber, melatih kuda untuk kompetisi polo memerlukan pendekatan yang sistematis dan terstruktur.
Karena polo adalah olahraga yang menuntut ketangkasan, kecepatan, dan stamina baik dari pemain maupun kudanya, sangat penting untuk memastikan bahwa kuda siap menghadapi tantangan tersebut.
Oleh karena itu stabilitas sendi kuda sangat diperlukan agar memastikan perubahan arah tetap aman saat duel cepat di lapangan.
Faktor ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi kuda dan atlet.
Tahun 2026 menjadi fase pencarian komposisi terbaik sebelum masuk target kompetisi besar yakni PON 2028. Fondasi yang kuat sejak awal diyakini menentukan daya saing jangka panjang.












