Setiap musim dingin, terdapat sebuah fenomena aksi balapan kuda yang benar-benar berbeda terjadi di St. Moritz, Swiss.
Dikutip dari berbagai sumber, White Turf bukan hanya ajang pacuan biasa, laga tersebut berlangsung di atas permukaan Danau St. Moritz yang membeku, menjadikannya salah satu lintasan paling luar biasa di kalender pacuan kuda dunia.
Selama tiga Minggu pertama Febuari, Danau St. Moritz yang luas berubah menjadi arena pacuan kuda.
Permukaan es dipersiapkan sedemikian rupa dengan ketebalan sekitar 50-80 cm dan ditutup salju, untuk menciptakan track yang stabil sekaligus aman bagi kuda.
Lintasan pacu memiliki lebar 25-40 meter dengan panjang sekitar 1.800 meter untuk balapan umum, namun acara khusus seperti skijoring memakai rute yang lebih panjang sekitar 2.700 meter.
Lapangan beku ini tidak hanya menjadi tempat balapan biasa, White Turf menyajikan tiga disiplin yang berbeda di permukaan es.
Flat Racing, pacuan tradisional di lintasan yang disiapkan dari salju dan es.
Trotting Races, perlombaan dengan gaya trotting, menggunakan sulky berpapan baja khusus agar cocok di permukaan yang licin.
Skijoring, highlight paling spektakuler seorang atlet berski ditarik oleh kuda yang melaju kencang di lintasan beku pada jarak ribuan meter.
Disiplin ini hanya ada di White Turf dan menjadi daya tarik utama penonton internasional.
Sebelum perlombaan dimulai, panitia harus menyiapkan lintasan yang aman dengan menyingkirkan salju tebal dan memastikan es cukup kuat untuk menahan berat kuda, penonton, tenda, dan infrastruktur, total beban di atas es bisa mencapai ribuan ton.
Salju ditata sedemikian rupa agar ada cushioning alami bagi kaki kuda, mengurangi risiko cedera di permukaan yang sangat berbeda dibandingkan tanah atau rumput.
Selain aspek teknis, lintasan White Turf juga menawarkan pengalaman estetika yang tak tertandingi.
Di tengah panorama pegunungan Alpen yang bersalju, para penonton menyaksikan kuda-kuda dan atlet internasional berlomba di tengah udara dingin dan langit biru Cerah.
Danau yang membeku bukan sekadar landasan pacu, ia juga menjadi center stage untuk festival sosial, di mana area tenda besar di tepi lintasan menghadirkan kuliner, musik, dan suasana menikmati balapan dari dekat maupun posisi VIP.









