Sumba Cup Pacuan Kuda Road to PON XXII/2028 NTT–NTB akan menjadi pembuka musim kompetisi 2026.
Digelar pada 22–30 Juni, ajang ini bukan sekadar lomba regional, melainkan simbol dimulainya rute panjang menuju panggung PON 2028 di wilayah timur Indonesia.
Sumba dipilih bukan tanpa makna. Selain memiliki tradisi pacuan yang kuat, daerah ini juga menjadi representasi kesiapan kawasan NTT sebagai tuan rumah PON mendatang. Sumba Cup diposisikan sebagai seleksi tahap awal.
Setelah pembuka musim, kompetisi berlanjut ke Kejuaraan Nasional Seri 1 pada 5–9 Juli dan Seri 2 pada 6–20 September 2026.
Dua seri ini akan menjadi barometer konsistensi performa sepanjang musim.
Puncak kalender pacuan dijadwalkan berlangsung pada 15 November melalui Piala Raja HB X Cup di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Ajang ini dikenal sebagai salah satu event paling bergengsi dalam tradisi pacuan nasional, sekaligus magnet perhatian publik.
Federasi Nasional Pordasi Pacu menyusun kalender ini sebagai bagian dari kewajiban organisasi yang ditekankan Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman.
“Cabang olahraga atau Federasi Nasional Pordasi hasil transformasi organisasi harus melakukan kewajiban sebagai anggota KONI Pusat, setiap tahun harus ada Rakernas dan Kejurnas,” ujar Marciano ditulis pada Selasa (3/3/2026).
Secara teknis, musim 2026 akan menguji daya tahan kardiovaskular dan manajemen pemulihan kuda pacu.
Jarak waktu antarseri yang relatif berdekatan menuntut strategi latihan yang presisi agar performa tetap stabil hingga akhir musim.
Dengan struktur kompetisi yang berjenjang dari Sumba hingga Bantul, 2026 diharapkan menjadi parameter kesiapan peserta menuju PON 2028.
Rivalitas tim-tim besar diprediksi kembali memanaskan lintasan.












