Liga Santri Indonesia bukan sekadar kompetisi olahraga. Ajang ini lahir dari ruang pembinaan bagi santri dan komunitas pesantren yang menekuni olahraga berkuda memanah.
Menjadi salah satu disiplin berkuda yang memiliki akar sejarah panjang yang memadukan olahraga sunah, tradisi, hingga warisan budaya.
Menurut beberapa sumber, Berkuda Memanah menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan di beberapa daerah sejak 2017-2018, dengan anggota 17 provinsi di Indonesia pasca transformasi.
“Berkuda Memanah ini merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup unik, karena menyatukan nilai historis dan pembinaan prestasi dalam satu kesatuan. Di Indonesia sendiri perkembangan berkuda memanah cukup signifikan, kita sudah memiliki 17 provinsi sebagai anggota, dan itu mungkin akan bertambah,” ujar Sekjen Federasi Nasional PP Pordasi Berkuda Memanah, Luthfi Syaifullah Zubir dalam program talkshow, dikutip pada Minggu (1/3).
Sebagai informasi, bahwa Pordasi Berkuda Memanah akan menyelenggarakan Liga Santri Indonesia Seri 1 yang akan berlangsung pada 3–5 April di Jawa Tengah.
Ajang ini menjadi pintu masuk regenerasi atlet muda yang tidak hanya dibina secara teknis, tetapi juga dalam aspek disiplin, fokus, dan karakter.
Format liga sengaja dibuat berjenjang. Setelah Seri 1, rangkaian berlanjut ke Seri 2 di Bali pada Agustus serta Seri 3 di Banten pada Desember 2026.
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) III Pordasi Berkuda Memanah juga akan digelar 12–14 Juni 2026 di Jakarta dan Jawa Barat. Kejurnas menjadi tahap lanjutan bagi atlet untuk menguji kemampuan di arena yang lebih kompetitif.
Tak berhenti di level nasional, orientasi internasional juga menjadi target Pordasi. Partisipasi dalam Asian Horseback Archery Championship pada Oktober 2026 diproyeksikan sebagai ajang pembuktian kemampuan atlet Indonesia di panggung Asia.
Secara teknis, berkuda memanah menuntut harmoni presisi antara kuda dan pemanah. Ritme langkah kuda harus stabil agar pemanah dapat menjaga akurasi. Ketika tempo gerak dan konsentrasi menyatu, peluang meraih skor maksimal semakin terbuka.
Melalui kompetisi Liga hingga kejuaraan Asia, tahun 2026 menjadi tahun penting bagi ekspansi disiplin ini.
Pordasi Berkuda Memanah optimistis dapat menjadi cabang olahraga yang tidak hanya melestarikan nilai tradisi, namun berkontribusi dalam prestasi olahraga tanah air, baik dalam lingkup nasional maupun internasional.









