Hub Indonesia selaku penyelenggara Ramadhan Cup 2026 yang akan digelar pada awal Maret ini akan menggunakan footing sand mixed GGT (German GeoTextile) pada permukaan lintasan.
Hal tersebut dirancang demi menunjang performa optimal sekaligus menjaga keamanan kuda dan atlet selama kompetisi berlangsung.
Footing Sand Mixed GGT
Mengutip laman East West Construction, sebagian besar permukaan arena olahraga berkuda menggunakan pasir, apalagi saat berkompetisi bisa sangat melelahkan. Pasalnya, kuda kerap mengalami cedera tendon dan ligamen karena kesulitan memijakkan kakinya dan tergelincir di pasir.
Cedera itu membuat persendian kuda mengalami hiperekstensi.
Namun, jika menggunakan serat GGT atau Geotextile ke dalam pasir, dapat menciptakan permukaan arena yang lebih stabil dan responsif.
Campuran ini membantu menjaga kelembapan dan kepadatan lintasan sehingga tidak mudah bergelombang ataupun berdebu, terutama saat digunakan dalam intensitas tinggi.
Geotextile sendiri adalah salah satu material yang biasa digunakan dalam bidang geoteknik.
Material pelapis yang biasa digunakan dalam berbagai pekerjaan dalam bidang teknik sipil.
Material ini tersusun dari benang sintetis yang terbagi menjadi dua jenis, yakni benang tidak anyaman dan benang anyaman.
Manfaat lain dari Geotextile pada permukaan lintasan juga mencegah pasir memadat di bawah kaki, sehingga arena tidak perlu sering diratakan.
Pemilihan footing bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan faktor pencegahan cedera.
Permukaan yang ideal mampu meredam tekanan pada kaki kuda saat mendarat setelah lompatan maupun ketika berakselerasi di lintasan.
Hal ini penting agar performa tetap optimal tanpa mengorbankan kondisi fisik kuda maupun atlet.
Selain faktor teknis, penggunaan footing modern ini juga menunjukkan komitmen peningkatan kualitas infrastruktur olahraga berkuda di Tanah Air. Arena yang aman dan terawat dinilai mampu meningkatkan kepercayaan peserta sekaligus menarik minat penonton.
Melalui langkah ini, Hub Indonesia menegaskan bahwa aspek keselamatan tidak bisa ditawar.
Ramadhan Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi, tetapi juga bisa menjadi contoh penyelenggaraan kompetisi berkuda yang mengutamakan standar keamanan dan kenyamanan bagi semua pihak.









