Dalam abad Pertengahan, sekitar 1.100-1.200 masehi, Kuda Shire memiliki peran penting di Inggris.
Mengutip laman Shepherds Hideaway, Kuda Shire awalnya merupakan hasil perkawinan silang antara ras kuda kecil asli Inggris dengan ras kuda besar dari Eropa, sebagian besar dari Belanda, Jerman, dan Belgia.
Konon kuda tersebut sengaja diciptakan untuk kebutuhan perang, yang berguna membawa para ksatria lengkap dengan pakaian zirahnya ke medan perang.
Tak hanya itu, Kuda Shire juga merupakan sumber tenaga utama di pertanian. Sebagai hewan yang cepat dan cerdas, perjalanan mengangkut barang dari kota ke kota menjadi lebih mudah.
Raksasa Yang Lembut
Kuda Shire tradisional memiliki postur tubuh seperti tank, besar dan tentunya sangat kuat.
Mereka memiliki dada yang lebar yang bisa memberikan ruang ekstra untuk jantung dan paru-paru.
Kaki mereka biasanya lebih pendek dibandingkan dengan ras lain, dengan bulu yang lebih tebal untuk melindungi diri dari cedera.
Meski terlihat gagah dan berani, kuda Shire memiliki sifat yang lembut, baik hati, sabar, serta mau bekerja.
Kuda Shire umumnya disebut sebagai ‘Raksasa Lembut’.
Kuda Shire dan Perang Dunia I dan II
Kuda Shire memiliki sejarah yang panjang dalam peradaban dunia, salah satunya digunakan manusia untuk berperang.
Shire Horse Society pada laman resminya bahkan menyebutkan jika kuda Shire menjadi kuda perang dalam Perang Dunia I dan II, yang bertugas menarik artileri berat dalam kondisi yang mengerikan.
Penggunaan di Era Modern
Kuda Shire selalu berevolusi. Kuda Shire modern tetap berukuran besar dan kuat.
Namun, anggun dan atletis, dengan tanda putih dan bulu halus yang indah di kaki bagian bawah.
Ciri tersebut menjadikan Shire sebagai kuda yang serbaguna, dapat digunakan untuk menarik gerobak, alat pertanian seperti kereta luncur dan bajak.
Mereka juga merupakan kuda pertunjukan yang spektakuler. Banyak orang yang memelihara kuda Shire sebagai hobi, menjadikannya teman, sekaligus kuda yang indah untuk dimiliki.









