Indonesia’s Horse Racing (IHR) Jateng Derby 2026, seri pembuka dari IHR 2026 telah usai digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Tengaran, Semarang, pada Minggu (15/2) lalu.
Ajang ini berhasil menarik lebih dari 37.000 penonton, meningkat lebih dari 100 persen, dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 169 kuda terbaik dari 12 provinsi di Indonesia pun ikut berlaga dalam kejuaran nasional tersebut.
Di balik pertandingan seru dan menegangkan, ada pemandangan tak terduga yang mengundang gelak tawa penonton. Beberapa kuda tampak mencuri start bahkan kabur dan tak kembali ke arena pacuan.
Dilihat pada unggahan akun Instagram @kimisekai.id, terdapat sejumlah kuda peserta di ajang Jateng Derby yang ‘ngacir’ sebelum start dimulai. Mereka di antaranya sebagai berikut:
- Kuda Lady Baharna pada Kelas D sprint 1000 meter.
- Kuda Leon V pada Kelas 3 tahun remaja Div. II 1.400 meter.
- Kuda Kana Eclipse pada Kelas 3 tahun remaja Div. I 1.400 meter.
- Kuda Kancil Mas TA dan Kuda Citra Laksmi pada Kelas C 1.600 meter
- Kuda Aurora of Khalim pada Kelas 3 tahun Derby Div. I 1.600 meter.
Fenomena kuda ‘nyolong’ start sebenarnya lebih dikenal dengan istilah ‘False Start’ alias start palsu.
Dikutip pada laman Caanberry.com, disebutkan jika False Start terjadi ketika kuda memulai perlombaan sebelum sinyal resmi diumumkan, ini berarti kuda telah menerobos gerbang start terlalu dini.
Ada beberapa alasan umum yang menyebabkan False Start terjadi. Sebagian besar sebelum balapan dimulai, penyebabnya biasanya karena kuda yang gelisah di dalam kandang, sehingga menerobos gerbang lebih awal atau mengantisipasi start sebelum aba-aba diberikan.
Dalam beberapa kasus, kesalahan komunikasi antara joki dan petugas start juga mungkin terjadi.
Jika Terjadi False Start
Dalam pacuan kuda, jika kuda menerobos gerbang lebih awal, petugas dapat menyatakan hal tersebut sebagai False Start.
Dalam kebanyakan kasus, kuda-kuda tersebut biasanya akan dipanggil kembali, dimasukkan lagi ke kandang, dan pacuan dimulai kembali.
Namun jika ada kuda yang kabur dan tidak dapat ditemukan kembali, maka kuda tersebut dapat dikeluarkan dari kompetisi sepenuhnya.
Sebagian besar False Start dianggap sebagai kesalahan yang wajar.
Kuda yang gugup atau terlalu bersemangat adalah hal biasa, namun dalam beberapa situasi, kuda dapat ditarik atau didiskualifikasi dari perlombaan.
Kuda yang tidak dapat dikendalikan dengan cepat atau menjadi bahaya bagi kuda lain, kemungkinan besar akan ditarik dari perlombaan atas kebijaksanaan panitia.
Mekanisme ini penting untuk menjaga keadilan di dalam kompetisi.









