Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton bukan sekadar arena balap, melainkan bagian tak terpisahkan dari sejarah pacuan kuda Indonesia.
Dilansir dari berbagai sumber, bahwa sejak era sebelum kemerdekaan Tegalwaton telah menjadi panggung adu cepat kuda-kuda terbaik, sekaligus simbol prestise dan tradisi masyarakat pada masanya.
Pada periode awal, pacuan kuda di Tegalwaton tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga ruang pertemuan sosial dan budaya.
Tradisi ini terus bertahan dan berkembang, menjadikan Tegalwaton sebagai saksi hidup perjalanan panjang olahraga pacuan kuda di Tanah Air.
Memasuki era 1960-an, Tegalwaton mengalami perkembangan pesat. Namanya kian dikenal sebagai salah satu pusat pacuan kuda terbesar di Indonesia, menarik perhatian pemilik kuda, joki, dan penikmat pacuan dari berbagai daerah.
Berdiri di atas lahan seluas 13,5 hektare, gelanggang ini memiliki lintasan pasir sepanjang 1.200 meter.
Keunikan Tegalwaton terletak pada desain lintasannya yang berbeda dari arena lain: empat tikungan berbentuk kotak, menjadikannya satu-satunya track dengan karakter tersebut di Indonesia.
Karakter lintasan ini menuntut kecermatan strategi dan kemampuan adaptasi tinggi dari kuda maupun joki.
Berlokasi di Jawa Tengah, Tegalwaton dilengkapi tribun penonton yang memungkinkan publik menikmati atmosfer balapan dari jarak dekat.
Sorak penonton, derap kuda, dan strategi di tikungan menjadi bagian dari pengalaman khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Seiring waktu, Tegalwaton semakin mengukuhkan posisinya dalam kalender pacuan kuda nasional.
Gelanggang ini dipercaya menjadi tuan rumah berbagai ajang bergengsi, mulai dari Kejuaraan Nasional hingga Triple Crown Indonesia.
Lebih dari sekadar lintasan, Tegalwaton adalah warisan hidup pacuan kuda Indonesia, tempat sejarah, tradisi, dan masa depan olahraga ini terus berlari berdampingan.
Diketahui, SARGA.CO bersama PP PORDASI membuka Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026 lewat Jateng Derby 2026, Minggu, 15 Februari 2026, di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Sebanyak 169 kuda dari 12 provinsi turun dalam 18 kelas. Total hadiah yang diperebutkan nyaris Rp500 juta.
Dari Sumatera Barat hingga Nusa Tenggara Timur, lintasan Tegalwaton akan jadi titik temu para kuda terbaik musim ini.
Jadi Markas Jateng Derby
Sebagai informasi, Jateng Derby menjadi seri pertama dari delapan putaran IHR 2026, dengan mengusung tema yakni “Race for the Global Stage”.
Co-Founder & CEO SARGA.CO Aseanto Oudang menyebut, pembuka musim ini sebagai momentum kebangkitan.
“Dengan bangga kami mempersembahkan IHR 2026,” katanya, Kamis (12/2/2026).
la menegaskan, komitmen mereka jelas untuk membangkitkan tradisi pacuan kuda semakin profesional dan memenuhi standar internasional.
Lebih lanjut, lonjakan minat peserta terasa sejak pendaftaran dibuka, sebanyak 244 kuda tercatat mendaftar.
Untuk menampung antusiasme itu, PP PORDASI menggelar pre-IHR race pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan lima kelas dan 43 kuda.
Aseanto juga menyampaikan, tingginya partisipasi sebagai sinyal.
Menurut dia, ini menandakan pacuan kuda kembali mendapat tempat.
“Kami ingin melihat lahirnya bintang dan prestasi baru,” ungkapnya.
Dari 18 kelas yang dipertandingkan, 10 merupakan kelas kelompok umur.
Sorotan utama Kelas 3 Tahun Derby Divisi I (1.600 meter) dengan hadiah Rp100 juta dan Kelas 3 Tahun Remaja Divisi I (1.400 meter) berhadiah Rp50 juta. Kelas ini selalu menghadirkan darah muda, kuda-kuda tiga tahun yang resmi memasuki musim derby.
Di sektor kelas ketinggian, Kelas Terbuka 2.000 meter layak dinanti dengan hadiah Rp50 juta.
Selanjutnya, IHR tak sekadar lomba cepat, konsep sportainment kembali digulirkan. Setelah derap kaki kuda mereda, panggung hiburan menghadirkan Ndarboy.
Sementara, VP Marketing & Operation SARGA.CO, Kevin Jonathan Van Houten memastikan hiburan bisa dinikmati semua penonton.
“Untuk penonton tribun, ada promo khusus, ada potongan harga dengan dress code tertentu dan hadiah menarik, bahkan, penonton juga bisa ikut fun games interaktif berbasis online sepanjang balapan. Tiket tribun dijual Rp75.000,” imbuhnya.









