Jateng Derby 2026 yang pada pertengahan bulan ini akan digelar di Pacuan Kuda Tegalwaton, Semarang, Jawa Tengah tentu sangat dinanti-nanti para penggemar dan pecinta olahraga pacuan kuda.
Jateng Derby sendiri merupakan rangkaian kompetisi Indonesia’s Horse Racing 2026. Selama turnamen yang dimulai pada 15 Februari hingga Desember ini, bakal terjadi persaingan sengit antara para peserta demi menjadi juara nasional di ajang Jateng Derby 2026.
Diketahui, sebanyak 162 kuda pilihan dan ratusan joki bersaing memperebutkan gelar juara pada event tahun lalu. Untuk memenangkan kompetisi ini tentu dibutuhkan kuda dengan stamina terbaik.
Lantas kuda-kuda jenis apa yang cocok berlaga dalam turnamen profesional, seperti ajang bergengsi Jateng Derby 2026?
Mengutip laman resmi Amwager, ada beberapa jenis ras kuda yang kerap diikutsertakan dalam kompetisi.
Namun, jenis Thoroughbred, Standardbred, Arabian, dan Quarter Horse merupakan ras yang paling dikenal dalam dunia balap kuda karena karakteristik khas hewan-hewan tersebut dianggap sesuai untuk kebutuhan ajang olahraga ini.
Berikut adalah jenis-jenis ras kuda tersebut:
- Thoroughbred
Thoroughbred dikenal sebagai ras paling populer untuk balap kuda (flat racing). Ras kuda ini berasal dari Inggris pada akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18, dari hasil persilangan tiga pejantan Timur Tengah; Byerley Turk, Darley Arabian, dan Godolphin Arabian.
Karakteristik : Berdarah panas (hot-blooded), lincah, cepat, dan bersemangat. Memiliki tubuh ramping, kaki panjang, dan dada bidang.
Ukuran: Tinggi rata-rata 157 cm hingga 173 cm.
Kegunaan Lain: Lompat rintang (show jumping), dressage, dan polo.
- Standardbred
Sedangkan, jenis kuda Standardbred memiliki kemampuan dalam balap kereta (harness racing), baik dalam gaya berjalan trot (berlari pelan) maupun pace (berlari cepat). Ras kuda ini dikembangkan di Amerika Utara. Pejantan utamanya adalah Hambletonian 10 yang lahir pada 1849 silam.
Karakteristik: Tubuh lebih berotot dan lebih panjang dibandingkan Thoroughbred. Memiliki temperamen yang lebih tenang, mudah dilatih, dan berorientasi pada manusia.
Ukuran: Tinggi sekitar 142 cm hingga 173 cm dengan berat 360–450 kg.
Warna Utama: Umumnya berwarna bay (cokelat kemerahan), cokelat, atau hitam.
- Kuda Arab (Arabian Horse)
Arabian Hors adalah satu ras kuda tertua di dunia yang dikenal karena ketahanannya (endurance).
Karakteristik: Bentuk kepala yang unik (cekung), mata besar, lubang hidung besar, dan ekor yang selalu terangkat tinggi. Memiliki tulang yang padat dan kuat.
Ketahanan: Sangat unggul dalam kompetisi jarak jauh (Endurance Racing).
- American Quarter Horse
Lalu, jenis ini merupakan kuda balap jarak pendek (sprint). Namanya diambil dari kemampuannya untuk mengalahkan ras lain dalam balapan sejauh seperempat mil (quarter mile) atau kurang.
Karakteristik: Tubuh pendek, kompak, dan sangat berotot. Sangat gesit dan mampu berakselerasi dengan sangat cepat.
- Kuda Lokal Indonesia
Di Indonesia, kuda lokal seperti kuda Sumba dan Sumbawa, serta kuda hasil persilangan dengan Thoroughbred atau kuda “G” atau KP juga kerap diikutserakan dalam kompetisi kuda pacuan.
Karakteristik : Tangguh, gesit, dan kuat dengan tubuh kecil namun proporsional, kepala besar, kaki kuat, serta memiliki kecepatan tinggi.









