Selain seru dan menyenangkan, aktivitas berkuda ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan jantung. Kekinian banyak masyarakat yang berlatih menunggang kuda, salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW ribuan tahun silam.
Namun, kegiatan berkuda sebenarnya bukan tanpa risiko. Rasa sakit dan tidak nyaman pada bagian punggung kerap menjadi keluhan utama bagi para pemula saat berkuda. Mengingat, punggung terutama pada bagian bawah paling signifikan mendapatkan tekanan.
James Warson, ahli bedah saraf sebagaimana dikutip dari laman ThinLine pada Senin (2/2), mengatakan setidaknya 90 persen pasiennya menderita nyeri punggung, khususnya daerah lumbal (tulang belakang bawah) setelah berkuda.
Selain menjadi penunggang kuda, James Warson merupakan penulis buku The Rider’s Pain-Free Back yang berisi panduan kesehatan untuk mengatasi masalah nyeri punggung, cedera atau masalah tulang belakang akibat berkuda.
Lalu bagaimana teknik bagi pemula untuk meminimalisir rasa nyeri punggung saat menunggang kuda?
Mengutip akun TikTok @duniatanparem, secara garis besar ada tiga teknik berkuda yang bisa dipelajari serta dipahami oleh sang penunggang. Hal tersebut bertujuan meminimalisir risiko nyeri punggung, hingga terjatuh saat sedang berkuda.
Trot (berjalan/berlari kecil)
Trot sendiri terbagi menjadi dua teknik, yakni Rising Trot, di mana penunggang mengangkat dan menurunkan tubuh mengikuti irama langkah kuda saat berlari kecil. Kemudian Sitting Trot, yakni penunggang tetap duduk di pelana dan mengikuti langkah Kuda dengan pinggul yang seirama dengan gerakan naik turun Kuda.
Canter (berlari sedang)
Seperti Trot, Canter juga dibagi menjadi dua teknik, yaitu Fullseat Canter, di mana penunggang tetap duduk dan mengikuti ayunan punggung kuda dengan pinggang yang lentur.
Berbeda dari Fullseat Canter, teknik kedua yakni Lighseat Canter, sang penunggang justru mengangkat bokong dan menumpu berat badan pada Sanggurdi (pijakan kaki) yang bertujuan untuk mengurangi beban di punggung Kuda.
Gallop (berlari kencang)
Gerakan berlari tercepat kuda di mana tubuh penunggang diharuskan condong ke depan, menopang diri dengan lutut dan sanggurdi pendek, menjaga punggung lurus, dan mengontrol kuda melalui kendali ringan, bukan menarik kencang.









